"menikah itu tentang kerja sama, menikah itu tentang komunikasi, menikah itu tentang bagaimana kita menjalani dan memahami peran masing-masing, menikah itu tentang sampai dimana kita bisa memberikan pembuktian cinta kita pada sang pemilik hati dan terus berprasangka baik pada perjalanannya" Banyak diluar sana yang berharap pernikahan seperti dalam drama korea, sebuah pernikahan yang sempurna. Apalah kita berharap kesempurnaan di dunia yang tidak sempurna ini teman-teman? Tidak sedikit kita saksikan berbagai macam gambaran pernikahan yang pada akhirnya berujung usai. Apalagi sekarang, saat media sosial dengan mudahnya memberikan kita akses informasi yang seharusnya tidak perlu kita ketahui. It was me too , yang khawatir karena terlalu banyak terekspose informasi menakutkan tentang pernikahan, sampai pada pertanyaan, siapa orang yang bisa aku percaya untuk bisa ada disampingku sampai tua nanti? Hari-hari bersama ketakutan dan prasangka baik pada Allah. Rasa takut itu luar bi...
Titik balik. Rasanya setiap orang pasti akan mengalami momen dimana dia berkontemplasi dengan apapun yang pernah terjadi pada hidupnya di belakang. Momen yang membuat dia menyadari banyak hal, mensyukuri apa apa yang pernah dilewati sebagai pelajaran untuk masa depan dan menjadi titik balik untuk membenahi diri. Hari ini, tiba-tiba saja aku berfikir, kapan ya aku terakhir sedih yang benar-benar sedih? menangis, merasa sendiri, tidak layak untuk berdiri?. Memang, aku masih sering menangis, aku juga masih sering sesekali sedih. Tapi entah kenapa, akhir-akhir ini rasanya ada satu hal yang baru aku sadari. Ternyata, sedihku tak sebanyak rasa syukurku. Mungkin memang ada banyak hal kecil yang membuatku sedih, tapi setelahnya aku kembali menjalani hari dan mensyukuri diri. Dari sekian banyak fase yang pernah aku lewati, mungkin kondisiku tak sebaik dulu, tapi aku menerima dan mensyukurinya sepenuh hati. Aah, apa ini rasanya menjadi seorang dewasa di usia 25 tahunnya? mulai lupa rasanya...
Comments